Informasi Umum

Kayu manis Indonesia merupakan spesies cinnamomum burmannii blum, Batang dan bubuknya terbuat dari kulit pohon kayu manis.  
Istilah botani kayu manis adalah “cassia vera”, yang secara lokal dikenal sebagai kayu yang manis. 

85% kayu manis yang ditemukan di seluruh dunia saat ini berasal dari Indonesia. Perkebunan terbesar kayu manis terdapat di pulau Sumatra, di kabupaten Kerinci (provinsi Jambi)  
Cassia Co-op merupakan perusahan pertama yang mengolah dan mengekspor kayu manis dari Kerinci, yang merupakan pusat perkebunan kayu manis. 

Gunung Kerinci adalah gunung berapi tertinggi di Indonesia, puncaknya tertinggi di seluruh Sumatra. Di gunung ini pepohonan kayu manis tumbuh subur. Di sanalah terhampar hutan yang menjadi Taman Nasional Kerinci Seblat, rumah harimau Sumatra yang dilindungi karena jumlahnya yang semakin langka. tanah yang subur dari dataran tinggi Kerinci sangat cocok untuk ditanami kayu manis, karena kayu manis bisa hidup pada ketinggian 800 sampai 1.500 meter. Sebuah pohon kayu manis baru bisa dipanen setelah berusia 10 tahun. Kulit dari pohon muda dipakai untuk menghasilkan batang kayu manis (sekitar 7cm), sementara dari pohon kayu manis yang sudah berumur (15 - 35 tahun) bisa didapatkan bahan mentah untuk Broken & Clean yang kemudian menghasilkan bubuk kayu manis. Semakin tua usia pohon kayu manis, semakin tinggi kadar minyak volatil (VO) yang terkandung di dalam kulit. Semakin tinggi kadar VO, semakin kuat aroma yang dihasilkan.

Manfaat kayu manis bagi kesehatan: beragam penelitian membuktikan bahwa kayu manis menyeimbangkan kadar gula darah, sehingga cocok dikonsumsi penderita diabetes dan hipoglemik. Kayu manis mengurangi kadar kolesterol LDL yang tidak baik bagi tubuh. Berkurangnya LDL dalam darah mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

EKO CA RAIN FOREST BIOCERT